Roman Mistis dari lereng Gunung Raung
Menggunakan bentuk penuturan ekspositori yang bersandar pada informasi yang disajikan melalui teks maupun narasi untuk membangun cerita dari setiap momen yang ditangkap oleh kamera. Narasi sendiri diarahkan langsung kepada penonton dengan menawarkan serangkaian cerita fiksi, fakta dan argumentasi yang ilustrasinya didapatkan dari visual peristiwa yang disusun sesuai dengan kebutuhan cerita.
Aspek cinematograpy menjadi kekuatan dalam film layar lebar ini, tidak hanya menjadi susunan visual yang informatif namun juga puitis karena setiap detail momen dan peristiwa akan disuguhkan dengan visual yang indah dan tertata. Pemilihan lensa dan komposisi gambar yang tepat akan menciptakan rasa dan emosi dari setiap momen atau peristiwa, menjadi selaras dengan kebutuhan visual yang nantinya akan disusun.